Selasa, 17 November 2015

Suka atau Sayang

Manusia adalah makhuk ciptaan Allah yang sangat istimewa. Diciptakan dengan sangat indah, oleh pencipta Yang Maha Indah. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, manusia akan selalu lebih sempurna dibandingkan dengan makhluk ciptaan-Nya yang lain.
Manusia dianugerahi sebuah rasa sayang. Untuk dirinya, Tuhannya, dan untuk sesama manusia yang lainnya. Sebagai salah satu anugerah, rasa sayang itu harus selalu disyukuri. Karena itu akan menjadikan kita makhluk yang bersyukur. Bukan hanya rasa sayang, kita juga punya rasa suka. Rasa suka terhadap sesuatu. Yang kita anggap indah, menarik, unik, atau apapun itu. Karena itu kita sebagai manusia sulit untuk membedakan rasa Suka dan Sayang.
Rasa suka, suka akan sesuatu hal, seseorang atau bahkan ciptaan Tuhan yang lain. Namun, rasa itu akan hilang. Seiring dengan hilangnya sesuatu atau seseorang yang kita sukai.
Rasa sayang, sayang akan sesuatu ataupun seseorang. Rasa sayang itu abadi, rasa sayang akan semakin bertambah, tidak akan pernah berkurang. Terlebih pada sesuatu atau seseorang yang tidak hanya kita sukai, namun bisa saja pada yang kita benci. Apapun yang sudah membuat kita sayang, bisa membuat kita bahagia, tersenyum sampai menangis.

Selasa, 03 November 2015

Baper Oh Baper

Baper, bahasa singkatan yang lagi ngehitz saat ini. Dulu gue juga sebenarnya mengira itu sejenis makanan kaya Tango. Eh ternyata bukan, itu hanya sejenis bahasa yang disingkat, yang bisa berhubungan dengan hati. Hati? Ah gue kalo ngomongin hati bisa jadi baper. Gue sih lebih milih ngerasain laper daripada baper. Laper tuh enak, tinggal makan langsung hilang. Nah kalo baper tuh susah hilangnya, apalagi kalo orang yang dibaperin gak tau. Bikin nyess dihati gituh. Gue akui kalo emang gue ini tipe cewek yang gampang banget bapernya. Andai baper itu bisa ditukar buat voucher diskon, pasti bisa dapetin barang tanpa harus bayar. Oke gue emang baper banget orangnya. Itu kenapa? Karena gue masih punya hati, gue juga masih hidup. Aku baper, bawa perasaan kalo sama orang-orang tertentu aja tapi. Apalagi kalo udah ngomongin gebetan sama mantan. Itu udah bisa bikin gue baper sebaper-bapernya. Galau sama baper itu satu paket, boleh aja sih baper. Namanya juga anak yang lagi labil kaya gue, tapi jangan sampe nahan laper aja gara-gara baper. Sebagai seorang cewek, gue gak akan baper kalo gak ada cowok yang caper. Gue benci sama cowok yang udah bikin baper, tapi masih aja caper sama cewek lain. Itulah alasan kenapa sampe saat ini gue masih single. Single loh ya, bukan jomblo. Haha beda ya, jangan disamakan. Karena masih ada koq yang deket sama gue, tapi gue lebih milih untuk sendiri. Kemarin aja saat Uts gue jadi mahasiswa paling baper saat ngerjain soal. Udah materinya cinta-cintaan, dan harus digedung yang biasa ditempatin mantan. Gilak baper banget kan yah, rasanya pingin cepet-cepet selesain terus lari dari kenyataan. Eh, dari kelas maksudnya. Baper banget kan gue. Gue harap loe gak sebaper gue, karena itu sumveh gak nyaman banget.

Salam BAPER :D

Minggu, 01 November 2015

Suka, Sayang, Cinta

Perbedaan antara suka, sayang dan cinta
Saat kau menyukai seseorang, kau ingin memilikinya
untuk keegoisanmu sendiri.
Saat kau menyayangi seseorang, kau ingin sekali
membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.
Saat kau mencintai seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus
mengorbankan jiwamu.
Saat kau menyukai seseorang dan berada di sisinya,
maka kau akan bertanya, "Bolehkah aku
menciummu?"
Saat kau menyayangi seseorang dan berada di sisinya, maka kau akan bertanya, "Bolehkah aku
memelukmu?"
Saat kau mencintai seseorang dan berada di sisinya,
maka kau akan menggenggam erat tangannya...
Suka adalah saat ia menangis, kau akan berkata,
"Sudahlah, jangan menangis." Sayang adalah saat ia menangis dan kau akan
menangis bersamanya.
Cinta adalah saat ia menangis dan kau akan
membiarkannya menangis di pundakmu sambil
berkata, "Mari kita selesaikan masalah ini bersama-
sama." Suka adalah saat kau melihatnya kau akan berkata,
"Ia sangat cantik dan menawan."
Sayang adalah saat kau melihatnya kau akan
melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.
Cinta adalah saat kau melihatnya kau akan berkata,
"Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku..."
Pada saat orang yang kau sukai menyakitimu, maka
kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.
Pada saat orang yang kau sayangi menyakitimu,
engkau akan menangis untuknya.
Pada saat orang yang kau cintai menyakitimu, kau akan berkata, "Tak apa dia hanya tak tahu apa yang
dia lakukan."
Pada saat kau suka padanya, kau akan memaksanya
untuk menyukaimu.
Pada saat kau sayang padanya, kau akan
membiarkannya memilih. Pada saat kau cinta padanya, kau akan selalu
menantinya dengan setia dan tulus...
Suka adalah kau akan menemaninya bila itu
menguntungkan.
Sayang adalah kau akan menemaninya di saat dia
membutuhkanmu. Cinta adalah kau akan menemaninya di saat
bagaimana keadaanmu.
Suka adalah hal yang menuntut.
Sayang adalah hal memberi dan menerima.
Cinta adalah hal yang memberi dengan rela.

Minggu, 04 Oktober 2015

LELAH

Bagaimana menghapus perasaan ini?
Benar-benar sudah lelah, membawanya sampai sejauh ini. Tak tau harus berbuat apa! Kalau sudah berlelah-lelah dan tak kunjung menemukan yang dicari. Coba berhenti, namun kenyataan tidak pernah lari. Semua ada saatnya, namun saat yang tepat itu hanya akan datang jika sudah memulainya dan terus-menerus tanpa kenal lelah. Aku sudah lelah berjuang. Tidakkah kamu ingin membantuku untuk hanya sekedar mempertahankan. Diam, ketika sudah capek, lelah, sakit dan terlalu banyak sabar. Ketika rasa ini terus tertuju padamu, ada baiknya aku diam. Sampai engkau tahu aku sudah lelah mengharapmu. Aku lelah, hati ini sudah kau buat terpecah belah. Rasa lelah ini yang diam-diam berbalik arah karena sudah merasa kalah. Aku pernah dalam keadaan percaya pada janjimu. Sakit dan perih itu sesuatu yang pasti, lelah itu memang. Hati yang sudah lelah menjalani hal yang sama dan kesalahan yang terulang lagi. Semoga lekas sadar dan mampu mengakhiri, dan ketika aku lelah. Berharap kamu masih menyemangatiku. Akan tetapi aku sudah tak peduli. Sudah lelah dikejar, dikasih harapan, dibikin sayang, lalu ditinggal.
Bukan menyerah, akan tetapi sudah lelah ~ Bye!

Minggu, 13 September 2015

Hari SENIN itu...

Hari Senin itu hari yang menyedihkan / menyenangkan?
Sebetulnya hari Senin itu biasa aja, tapi sosial medialah yang membuatnya terlihat menyebalkan. Dan kita mau aja ikut-ikutan nggak suka sama hari senin. Emang sih dulu waktu gue SMK hari Senin itu awesome. Mengapa? Upacara bendera, pake jas almamater, sepatu hitam, kaos kaki putih, topi, dasi, dan nggak boleh telat. Untuk yang terakhir itu sih kayaknya nggak mungkin banget. Karena selama gue sekolah dulu nggak pernah banget telat. Ya iyalah, gerbang sekolah belum di buka aja gue udah berangkat. Eh jadi flasback dulu waktu sekolah, aahh kangen ({}) Okeh, kembali ke hari Senin. Selama gue kuliah gak berasa sih hari Senin dengan segala peraturan upacara. Malah nggak pernah tuh ikut upacara. Namun gak tau kenapa kalo tiap hari Senin tingkat baper gue meningkat. Padahal sih gak pengaruh apa harinya sih. Tapi berasa banget bapernya kalo hari Senin. Hahaha maap masalah hati gak kenal hari. Kebanyakan yang gak suka sama hari Senin itu anak sekolah. Kenapa? Karena mereka harus mengakhiri liburnya, mainnya, males-malesanya. Kaya gue dululah. Yah jadi hari Senin itu biasa aja, gak ada apa-apa. Oke, selamat menikmati hari Seninmu ya... :D

Kamis, 10 September 2015

Status Bukan Bahagia

Bahagia itu bukan hanya tentang status. Bahagia itu bukan karena kita single, jomblo, atau punya pacar. Tapi karena kita menikmati apapun status kita. Bahagia itu bukan gimana statusnya, tapi gimana kitanya. Yang single belum tentu sedih. Yang pacaran juga belum tentu bahagia. Karena bahagia itu murni. Bukan mengada-ada atau hanya status semata. Bahagia itu bukan tentang status hubungan, bisa ngabisin waktu bareng aja udah bahagia. Bahagia itu, ketika ngelihat orang lain hidupnya lebih bahagia (baik) daripada loe. Cinta itu bukan tuntutan, bukan perjuangan, bahkan bukan pula status. Cinta itu bahagia, cinta itu membebaskan. Status itu bukan ukuran buat diri sendiri bahagia. Kebahagiaan itu bukan soal status, tapi soal keputusan. Selama kamu merasa bahagia, jadilah apa adanya. Bahagia itu bukan ketika kita nulis status hubungan mencintai bla bla bla selalu dan selamanya. Bukan status yang paling terpenting, ingat!!! Mereka yang sudah menikan saja belum tentu terjamin bahagianya. Yang penting itu masalah hati. Status bukan jaminan kamu menjaga bahagia. Karena banyak punya status belum tentu bahagia, bukan berarti gak boleh punya status. Status itu gak ngejamin bahagia, yang penting itu ngejalaninnya. Bahagia itu kita yang ciptaiin, bukan otang lain. Status itu belakangan. Kebahagiaan itu yang paling utama. Karena bahagia tak selalu dengan seorang pacar, dengan yang bukan siapa-siapapun kita bisa bahagia. Status bukan ukuran bahagia, status kalo gak bahagia? Mending gak ada status tapi ngerasa bahagia. Kita hanya perlu komitmen untuk bisa bahagia. Bukan pengakuan, apalagi status. Kita bahagia karena bersyukur, bukan karena status. Status bukan lagi menjadi hal yang penting. Ketika kita saling nyaman, karena bahagia tidak diukur dari sebagai siapa dia di hidupmu.
Kita cari bahagia, bukan status :D

Selasa, 01 September 2015

Apa sih definisi dari BAHAGIA???
Yang selalu bisa tersenyum kapanpun?
Bisa beli apapun?
Memiliki segalanya?
Nggak pernah nangis?
Itu semua hanya salah satu alasan kebahagiaan bagi orang-orang yang berpikiran sempit. Bahagia itu nggak harus koq dari hal-hal yang dapat terlihat. Bahagia itu menurut gue standar kualitas hidup seseorang. Percuma dong loe jadi anak presiden dengan segala fasilitas istana tapi nggak bahagia. Mending jadi anak tukang cireng yang bisa merasakan kebahagiaan kapanpun dia mau cuy. Kalo loe sanggup ngitung sumber kebahagiaan berarti loe bisa ngalahin kecerdasan Albert Einsten.
Makanya jangan sok bahagia karena hanya berasal dari satu alasan, itu terlalu munafik. Bagi gue bahagia bisa menbuat hidup lebih berarti, lebih bisa diresapi. Yah walaupun terkadang untuk mencapai suatu kebahagiaan perlu adanya suatu pengorbanan. Pengorbanan yang mungkin akan mengorbankan hati, pikiran, perasaan, bahkan harus dengan air mata. Tapi suatu kebahagiaan yang berasal dari suatu pengorbanan yang berat akan terasa lebih berkesan. Dari pada kebahagiaan yang tercipta hanya karena alasan yang sepele. Banyak kebahagiaan yang hanya sesaat, kenapa? Karena saat merasakan kebahagiaan seaakan lupa, bahwa akan ada ketidak bahagiaan. Setiap ada pasti akan ada tidak adanya. Makanya kalo lagi ngerasain bahagia jangan berlebihan, nati kalo sedih berlebihan juga. Jatohnya malah lebay. Jadi nikmatii kebahagiaan sewajarnya, itu akan lebih terasa :D

Jangan Lupa Bahagia yaa... :)