Hari Senin itu hari yang menyedihkan / menyenangkan?
Sebetulnya hari Senin itu biasa aja, tapi sosial medialah yang membuatnya terlihat menyebalkan. Dan kita mau aja ikut-ikutan nggak suka sama hari senin. Emang sih dulu waktu gue SMK hari Senin itu awesome. Mengapa? Upacara bendera, pake jas almamater, sepatu hitam, kaos kaki putih, topi, dasi, dan nggak boleh telat. Untuk yang terakhir itu sih kayaknya nggak mungkin banget. Karena selama gue sekolah dulu nggak pernah banget telat. Ya iyalah, gerbang sekolah belum di buka aja gue udah berangkat. Eh jadi flasback dulu waktu sekolah, aahh kangen ({}) Okeh, kembali ke hari Senin. Selama gue kuliah gak berasa sih hari Senin dengan segala peraturan upacara. Malah nggak pernah tuh ikut upacara. Namun gak tau kenapa kalo tiap hari Senin tingkat baper gue meningkat. Padahal sih gak pengaruh apa harinya sih. Tapi berasa banget bapernya kalo hari Senin. Hahaha maap masalah hati gak kenal hari. Kebanyakan yang gak suka sama hari Senin itu anak sekolah. Kenapa? Karena mereka harus mengakhiri liburnya, mainnya, males-malesanya. Kaya gue dululah. Yah jadi hari Senin itu biasa aja, gak ada apa-apa. Oke, selamat menikmati hari Seninmu ya... :D
Minggu, 13 September 2015
Kamis, 10 September 2015
Status Bukan Bahagia
Bahagia itu bukan hanya tentang status. Bahagia itu bukan karena kita single, jomblo, atau punya pacar. Tapi karena kita menikmati apapun status kita. Bahagia itu bukan gimana statusnya, tapi gimana kitanya. Yang single belum tentu sedih. Yang pacaran juga belum tentu bahagia. Karena bahagia itu murni. Bukan mengada-ada atau hanya status semata. Bahagia itu bukan tentang status hubungan, bisa ngabisin waktu bareng aja udah bahagia. Bahagia itu, ketika ngelihat orang lain hidupnya lebih bahagia (baik) daripada loe. Cinta itu bukan tuntutan, bukan perjuangan, bahkan bukan pula status. Cinta itu bahagia, cinta itu membebaskan. Status itu bukan ukuran buat diri sendiri bahagia. Kebahagiaan itu bukan soal status, tapi soal keputusan. Selama kamu merasa bahagia, jadilah apa adanya. Bahagia itu bukan ketika kita nulis status hubungan mencintai bla bla bla selalu dan selamanya. Bukan status yang paling terpenting, ingat!!! Mereka yang sudah menikan saja belum tentu terjamin bahagianya. Yang penting itu masalah hati. Status bukan jaminan kamu menjaga bahagia. Karena banyak punya status belum tentu bahagia, bukan berarti gak boleh punya status. Status itu gak ngejamin bahagia, yang penting itu ngejalaninnya. Bahagia itu kita yang ciptaiin, bukan otang lain. Status itu belakangan. Kebahagiaan itu yang paling utama. Karena bahagia tak selalu dengan seorang pacar, dengan yang bukan siapa-siapapun kita bisa bahagia. Status bukan ukuran bahagia, status kalo gak bahagia? Mending gak ada status tapi ngerasa bahagia. Kita hanya perlu komitmen untuk bisa bahagia. Bukan pengakuan, apalagi status. Kita bahagia karena bersyukur, bukan karena status. Status bukan lagi menjadi hal yang penting. Ketika kita saling nyaman, karena bahagia tidak diukur dari sebagai siapa dia di hidupmu.
Kita cari bahagia, bukan status :D
Kita cari bahagia, bukan status :D
Selasa, 01 September 2015
Apa sih definisi dari BAHAGIA???
Yang selalu bisa tersenyum kapanpun?
Bisa beli apapun?
Memiliki segalanya?
Nggak pernah nangis?
Itu semua hanya salah satu alasan kebahagiaan bagi orang-orang yang berpikiran sempit. Bahagia itu nggak harus koq dari hal-hal yang dapat terlihat. Bahagia itu menurut gue standar kualitas hidup seseorang. Percuma dong loe jadi anak presiden dengan segala fasilitas istana tapi nggak bahagia. Mending jadi anak tukang cireng yang bisa merasakan kebahagiaan kapanpun dia mau cuy. Kalo loe sanggup ngitung sumber kebahagiaan berarti loe bisa ngalahin kecerdasan Albert Einsten.
Makanya jangan sok bahagia karena hanya berasal dari satu alasan, itu terlalu munafik. Bagi gue bahagia bisa menbuat hidup lebih berarti, lebih bisa diresapi. Yah walaupun terkadang untuk mencapai suatu kebahagiaan perlu adanya suatu pengorbanan. Pengorbanan yang mungkin akan mengorbankan hati, pikiran, perasaan, bahkan harus dengan air mata. Tapi suatu kebahagiaan yang berasal dari suatu pengorbanan yang berat akan terasa lebih berkesan. Dari pada kebahagiaan yang tercipta hanya karena alasan yang sepele. Banyak kebahagiaan yang hanya sesaat, kenapa? Karena saat merasakan kebahagiaan seaakan lupa, bahwa akan ada ketidak bahagiaan. Setiap ada pasti akan ada tidak adanya. Makanya kalo lagi ngerasain bahagia jangan berlebihan, nati kalo sedih berlebihan juga. Jatohnya malah lebay. Jadi nikmatii kebahagiaan sewajarnya, itu akan lebih terasa :D
Jangan Lupa Bahagia yaa... :)
Yang selalu bisa tersenyum kapanpun?
Bisa beli apapun?
Memiliki segalanya?
Nggak pernah nangis?
Itu semua hanya salah satu alasan kebahagiaan bagi orang-orang yang berpikiran sempit. Bahagia itu nggak harus koq dari hal-hal yang dapat terlihat. Bahagia itu menurut gue standar kualitas hidup seseorang. Percuma dong loe jadi anak presiden dengan segala fasilitas istana tapi nggak bahagia. Mending jadi anak tukang cireng yang bisa merasakan kebahagiaan kapanpun dia mau cuy. Kalo loe sanggup ngitung sumber kebahagiaan berarti loe bisa ngalahin kecerdasan Albert Einsten.
Makanya jangan sok bahagia karena hanya berasal dari satu alasan, itu terlalu munafik. Bagi gue bahagia bisa menbuat hidup lebih berarti, lebih bisa diresapi. Yah walaupun terkadang untuk mencapai suatu kebahagiaan perlu adanya suatu pengorbanan. Pengorbanan yang mungkin akan mengorbankan hati, pikiran, perasaan, bahkan harus dengan air mata. Tapi suatu kebahagiaan yang berasal dari suatu pengorbanan yang berat akan terasa lebih berkesan. Dari pada kebahagiaan yang tercipta hanya karena alasan yang sepele. Banyak kebahagiaan yang hanya sesaat, kenapa? Karena saat merasakan kebahagiaan seaakan lupa, bahwa akan ada ketidak bahagiaan. Setiap ada pasti akan ada tidak adanya. Makanya kalo lagi ngerasain bahagia jangan berlebihan, nati kalo sedih berlebihan juga. Jatohnya malah lebay. Jadi nikmatii kebahagiaan sewajarnya, itu akan lebih terasa :D
Jangan Lupa Bahagia yaa... :)
Langganan:
Postingan (Atom)