Jumat, 18 Desember 2015

Saat Pandangan Matta berubah menjadi Kata

Mata melihat apa yang ada di depan. Menangkap apa yang terlihat. Menjadikan setiap keindahan menjadi sebuah karya Tuhan sebagai berkah. Namun mata juga bisa lemah  saat hati ikut berperan. Mata tak bisa melihat yang dia mau saat hati tidak mau. Mata bisa saja berpaling, namun hati tak kan mudah. Mata melihat suatu keindahan dari sisi yang nyata. Hati hanya merasakan yang terasa. Bukan hanya hati y ang bisa ikut merasakan. Ketika mulut sudah merangkai kata maka keindahan akan menjadi suatu kata. Kata yang akan tertulis menjadi sebuah tulisan yang bermakna.